Selasa, 05 Agustus 2008

psikologi dapat C

Filsafat umum

A.Psikologi C

Senin/14/7/2008

Pagi ini sangat dingin udaranya. entah karena dingin atau bukan, perutku sakit sekali. mungkin gara-gara kemarin saya makan rujak sama teman-teman terlalu banyak. sekarang aku niat pergi ke kampus untuk mengembalikan buku tetapi banyak perkerjaan yang harus saya lakukan terutama perkerjaan rumah mulai menyiram bunga, ngepel dan menyetrika. Aku kesal sekali hari ini karena belum kuliyah saja tenagaku sudah terkuras. Aku sudah lemah ditambah lagi badanku sedang tidak enak badan.

Pergi kekampus jam 9 pagi, udara sudah tidak begitu dingin sekarang matahari mulai membuat kulit keluar air dan sudah lumayan panas. Sampai di kampus langsung aku menuju ke perpustakaan utama tetapi disana tidak ada tempat yang menerima pemberian buku yang kami pinjam. Di perpustakaan utama aku bertemu dengan wanita sepertinya dia sama-sama mau kembalikan buku. Wajah enak di pandang sepertinya dia orang yang berada( mapan).

Tak lama di di PU kami pulang bersamaan. Hanya senyum kecil yang di berikan kepadaku tetapi itu sudah membuatku sangat bahagia. Ia menuju fakultas tarbiyah dan sekarang aku yakin kalau dia adalah anak tarbiyah. Sekarang aku masih mempunyai dua tujuan sebenarnya tujuan aku pergi ke kampus adalah 1. hendak memulangkan buku tetapi di sana tidak ada yang menerima/rapat 2. melihat nilai di jurusan pendidikan bahasa indonesia. dan yang 3. adalah membaca di perpustakaan tarbiyah. Sekarang rencanaku hendak melihat nilai yang ada di jurusan pendidikan bahasa indonesia, sebelum sampai disana aku bertemu dengan adam teman sekelas. Ia kesini ingin SP bahasa inggris. Tetapi ada kabar yang mengatakan bahwa dosennya tidak masuk. Dia hanya duduk saja di tangga lantai satu, depan lift bersama teman-temannya yang ikut SP bahasa inggris. Aku melanjutkan niatku menuju lantai lima tempat adaanya kantor jurusan pendidikan bahasa indonesia.

Di sana sepi tidak ada siapa-siapa, hanya aku sendiri dan bapak yang selalu ada di jurusan pendidikan bahasa indonesia. bapak itu sudah tua mungkin umurnya sudah 50 tahun. Rambutanya sudah panjang sekali, maka ia berpenampilan kucel. Aku kaget bukan kepalang setelah melihat nilai psikologi. Aku mendapatkan nilaiC lagi. sudah banyak terasa nilai C yang ku dapat. Terasa kuliyahku disemester dua gagal tidak ada yang berjalan sesuai dengan harapkan. Aku lemas kenapa dosen segitunya memberikan nilai yang mestinya mata kuliyah ini wajib saya dapatkan nilai A. harapakanku musnah sudah, sekarang hanya penyesalan dan kekesalan. Bahagia sudah hilang tidak ada rasanya sedikitpun. Pikiranku melayang dan burung-burung kian hadir bersama menghibur luka lara. Semester ini nilaiku tidak ada yang A. berbeda sekali dengan semester kemarin yang mana nilai A-ku sampai 4, tetapi sekarang malah C-nya yang hampir 4.

Aku muak sekali dengan nilai, Ku yakin cara kerja dosen sama sekali salah, salah semua. Aku bingun harus bagaimana dan apa yang ku lakukan. Aku benci sekali dengan dia, dosen mata kuliyah psikologi pendidikan. Terasa nilai ini tidak adil bagiku dan tidak layak untuk aku dapatkan. Ternyata mimpi semalamku benar, benar sekali.( malam itu, sebelum saya tahu nilai psikologi pendidikan saya mendapatkan mimpi. Mimpi itu saya bertemu dengan bu nuraini dosen filsafat. Ia menugaskan kepada saya untuk membuat blok. Tetapi dalam mimpi itu blokku mendapatkan masalah, sehingga nilaiku menjadi C “ itulah mimpiku semalam yang benar-benar terjadi dan bukan hanya itu mimpiku yang benar-benar terjadi masih ada banyak yang lainya. Entah aku selalu mendapatkan mimpi-mimpi yang tuhan berikan sebelum waktu yang nyata. Tuhan aku tahu hanya enkaulah yang paling adil dari semuannya. tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. pengetahuan akal manusia hanyalah tipuan belaka, indra kita hanya semu dan pengetahuan sesungguhnnya hanyalah pengetahuan budi.

Sudahlah biar nilaiku berantakan semua, sekarang aku menuju ke perpustakaan tarbiyah. Disana ku cari buku-buku tentang bahasa indonesia sebab sedikit lagi saya akan menjadi guru bahasa indonesia SLTP. pusing sekali, entah apa yang ku berikan kepada murid nanti kalau tidak ada persiapan. yang penting aku yakin dapat berbicara sebaik munkin dan mengusai kelas yang aku pegang.

Saat aku membaca rowi datang, ia langsung menempatkan bangku sampingku. Aku menceritakan segala maksud dan masalahku terutama mengenai mengajar. “Tuhan, mudahkan aku mengajar nanti, walau masih awal sekali tolong mudahkanlah perkerjaanku ini, amin.” Upacapannya membuatku kaget sekali dia banyak membicarkan masalah menjadi guru yang baik. Aku harus menggunakan baju yang bagus terutama baju lengan panjang dan aku harus menggunakan sepatu kantopel hitam. Semua itu membuat aku bingun, ternyata mengajar itu sulit dan ribet entah apa yang ku lakukan saat ini. membeli baju aku tidak punya uang membeli sepatu sama saja. Dan pikiranku semakin pusing karena 3 hari lagi aku wajib membayar uang kuliyah sebesar Rp. 1.125.000,00 “satu juta seratus dua lima ribu” di bank BNI46. Aku harus bagaimana tuhan dan apa yang aku lakukan, pikiranku sudah pusing. Aku tahu sekarang keluargaku sedang tidak punya uang. Kalau aku bicara kepada ibuku pasti dia akan keget dan sakit jantungnya akan kambuh. Sedangkan kalau bicara kepada bapakku sama juga bicara sama batu, percuma tuhan.

Tidak ada komentar: